Shortest
Job First (SJF) Scheduling
Pada
algoritma ini setiap proses yang ada di ready queue akan dieksekusi
berdasarkan burst time terkecil. Hal ini mengakibatkan waiting time yang
pendek untuk setiap proses dan karena hal tersebut maka waiting time rata-ratanya
juga menjadi pendek.
Ada
beberapa kekurangan dari algoritma ini yaitu:
·
Susahnya untuk memprediksi burst
time proses yang akan dieksekusi selanjutnya.
·
Proses yang mempunyai burst time
yang besar akan memiliki waiting time yang besar pula SJF (Shortest Job First)
karena yang dieksekusi terlebih dahulu adalah proses dengan burst time yang
lebih kecil.
Algoritma
ini dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu :
·
Preemptive.
Jika ada proses yang sedang dieksekusi oleh CPU dan terdapat
proses di ready queue dengan burst time yang lebih kecil daripada proses yang
sedang dieksekusi tersebut, maka proses yang sedang dieksekusi oleh CPU akan
digantikan oleh proses yang berada di ready queue tersebut. Preemptive
SJF sering disebut juga Shortest-Remaining- Time-First scheduling.
Non-preemptive. CPU tidak
memperbolehkan proses yang ada di ready queue untuk menggeser proses
yang sedang dieksekusi oleh CPU meskipun proses yang baru tersebut mempunyai burst
time yang lebih kecil
No comments:
Post a Comment