Tobby, Molly dan Dipsy merupakan tiga ekor kucing yang sangat lucu dan jinak. Mereka di rawat dan dibesarkan oleh seorang gadis muda di sebuah rumah mungil, bersih dan indah. Tobby, Molly dan Dipsy mendapatkan kasih sayang yang sama serta tidak pernah dibeda-bedakan oleh pemiliknya.
Tobby merupakan kucing ras keturunan Persia, Molly merupakan kucing peranakan antara kucing angora dan kucing local, sedangkan Dipsy merupakan kucing local. Ketiganya sangat akur dan bersahabat. Tobby yang merupakan kucing tertua sangat sayang kepada keduanya, dia tak segan-segan menjilati dan membiarkan tubuhnya ditiduri oleh Dipsy kucing termuda dan terkecil.
Tobby, Molly dan Dipsy tidak pernah di izinkan keluar rumah oleh pemiliknya, karena pemiliknya khawatir mereka akan di lukai oleh kucing lainnya atau hilang. Mereka mendapatkan makanan yang bergizi dan juga di beri susu setiap harinya. Suatu ketika Molly menyampaikan keinginannya kepada Tobby dan Dipsy, bahwa dia ingin melihat dunia luar, kemudian Molly mengajak Tobby dan Dipsy untuk berpetualang.
MOLLY
Tobby, Dipsy aku ingin sekali melihat dunia luar.
TOBBY
Jangan Molly, nanti kamu bisa di lukai oleh kawanan kucing liar.
MOLLY
Bagaimana kalau kita keluar bersama-sama?
DIPSY
Aku takut Molly, lagian kita sudah enak ada disini.
TOBBY
Iya Molly, kalau kita kesasar gimana?
Akhirnya Molly berhasil meyakinkan kedua sahabatnya Tobby dan Dipsy untuk bersama-sama pergi keluar rumah. Mereka sangat menyukai apa yang mereka lihat di luar rumah, sesuatu hal yang sebelumnya belum pernah mereka lihat. Tanpa mereka sadari sekawanan kucing liar sudah mengintai mereka bertiga, dan benar saja apa yang di khawatirkan dan disampaikan oleh pemilik mereka benar-benar terjadi. Kucing-kucing liar tersebut mengepung Tobby, Molly dan Dipsy.
DIPSY
Lihat itu Tobby dan Molly !!!
MOLLY
Iyaa, aku melihatnya.
DIPSY
Hai kawan, sapa Dipsy kepada segerombolan kucing liar.
KUCING LIAR 1
Ini daerah kekuasaan kami.
KUCING LIAR 2
Kalian jangan sok akrab sama kami.
KUCING LIAR 3
Kami tidak suka kalian ada disini.
MOLLY
Kami ingin berteman dengan kalian.
KUCING LIAR 1-2-3
Hahahahaha… Hahahahaha…
TOBBY
Kenapa kalian tertawa? Apanya yang lucu?
KUCING LIAR 4
Sudah, kita habisi saja mereka.
KUCING LIAR 5
Ayo kita lukai mereka.
KUCING LIAR 6
Kami tidak mau bersahabat dengan kucing-kucing manja seperti kalian.
MOLLY
Kami datang kemari dengan damai, tidak menginginkan permusuhan.
KUCING LIAR 1
Sudah diam, ayo lawan kami.
MOLLY
Tidak mau.
DIPSY
Kalian ramai-ramai, sedangkan kita hanya bertiga.
KUCING LIAR 3
Baik, lawan kami satu persatu.
KUCING LIAR 2
Benar, siapa yang maju duluan?
Tobby segera berbisik kepada Molly dan Dipsy. Mereka mengatur strategy agar terhindar dari perkelahian yang tidak seimbang tersebut.
TOBBY
Ternyata benar apa yang selama ini disampaikan kepada kita.
MOLLY
Aku menyesal sudah membuat kita dalam kesulitan sekarang.
DIPSY
Apa yang harus kita lakukan sekarang?
TOBBY
Kita lari saja dari sini menghindari mereka.
MOLLY
Baik lah, ku hitung aba-aba sampai tiga yaa.
TOBBY
Aku siap.
DIPSY
Siap.
MOLLY
1 – 2 – 3
Tobby, Molly, Dipsy melarikan diri dari gerombolan kucing-kucing liar tersebut. Mereka sangat marah melihat hal tersebut. Tanpa segan-segan mereka ber enam mengejar Tobby, Molly dan Dipsy. Tanpa disadari Tobby dan Molly terpisah dari Dipsy sih kecil. Tobby dan Molly berhasil sembunyi dari kejaran segerombolan kucing liar tersebut, tapi mereka tidak tahu bagaimana dengan nasib Dipsy. Melihat situasi sudah aman dan terkendali akhirnya Tobby dan Molly keluar dari persembunyiannya. Tobby dan Molly berjalan terus ke arah Selatan dan sudah sangat jauh dari rumah. Tobby dan Molly sudah mulai merasakan lelah dan lapar yang teramat sangat. Mereka sudah tidak kuat untuk berjalan lagi, kemudian mereka tertidur di bahu jalan seperti kucing liar yang tidak terurus dan terawat.
Dipsy yang terpisah dari Tobby dan Molly saat kejaran gerombolan kucing liar, jauh lebih beruntung. Dipsy bertemu dengan gadis muda yang merawat dan membesarkan mereka saat dalam kejaran gerombolan kucing liar tersebut. Segerombolan kucing liar tersebut di halau dan di usir oleh gadis muda tersebut, kemudian Dipsy di gendong masuk kedalam mobil tua pemiliknya. Tidak seperti Tobby dan Molly, Dipsy merasakan kehangatan dan kasih sayang pemiliknya seperti hari-hari sebelumnya. Menyadari Tobby dan Molly juga tidak ada di rumah, buru-buru gadis muda tersebut pergi mencari mereka, dengan sebelumnya memberi Dipsy makanan dan susu serta menaruhnya di dalam kandang. Hal tersebut di lakukan agar Dipsy tidak melarikan diri lagi dari rumah.
Sementara itu Tobby dan Molly yang sudah lemah tiba-tiba dikejutkan oleh rasa dingin yang menusuk tulang mereka. Ternyata oleh anak-anak nakal mereka di siram dengan air es. Tobby dan Molly berupaya sekuat tenaga berlari meninggalkan tempat itu. Molly sudah terluka, karena saat mereka lari menghindari anak-anak nakal tersebut, tubuh Molly terkena lemparan batu. Molly merasakan sakit yang teramat sangat di tubuhnya yang terdapat luka sobek. Tobby yang saat itu bersamanya berusaha untuk menjilati luka Molly. Tak berapa lama berselang tiba-tiba ada sebuah mobil tua berhenti tidak jauh dari mereka. Ternyata gadis muda yang merawat mereka selama ini berhasil menemukan mereka. Tobby dan Molly sangat gembira, akhirnya mereka ditemukan oleh pemiliknya. Gadis muda tersebut menggendong Tobby dan Molly masuk ke dalam mobilnya dan membawa mereka ke klinik hewan guna di obati dan mendapatkan perawatan intensif.
Tobby yang hanya kelelahan dan kelaparan di izinkan pulang dari klinik hewan tersebut, tapi tidak dengan Molly, karena Molly harus di rawat inap di klinik tersebut dikarenakan luka tersebut harus di jahit. Tobby sedih melihat kondisi Molly, tapi dia juga senang karena petualangan mereka yang tidak mengenakan tersebut sudah berakhir dan mereka kembali ke pelukan pemiliknya. Gadis muda tersebut membawa Tobby pulang, saat di rumah Tobby senang sekali karena ternyata Dipsy selamat dan sudah ada dirumah mereka lagi. Setelah di beri susu hangat dan makanan, Tobby ditempatkan bersama Dipsy. Tobby menceritakan kejadian yang mereka alami kepada Dipsy, sampai akhirnya menyebabkan Molly harus di rawat di klinik karena luka sobek di tubuhnya. Dipsy sangat sedih mendengarnya.
Seminggu telah berlalu, akhirnya Molly di izinkan pulang bersama gadis muda pemiliknya tersebut, bahkan lukanya sudah sembuh berkat perawatan dari klinik hewan tersebut. Di dalam mobil Molly mendapat kejutan menyenangkan, ternyata Tobby dan Dipsy ikut menjemputnya. Sepanjang perjalanan pulang, gadis muda pemilik mereka berkata “ Sudah cukup ya petualangan kalian anak-anak, tolong jangan pernah pergi lagi dan menghilang dari rumah karena aku sangat mencintai dan menyanyangi kalian semua tanpa terkecuali.” Betapa beruntungnya TIGA SEKAWAN tersebut mendapatkan tempat di hati gadis muda tersebut. Mereka semua pulang kerumah dengan perasaan riang dan gembira.
No comments:
Post a Comment